Selasa, 14 Februari 2012

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR BULAN JUNI 2011


ABSTRAK

ANDI GUSTIANA, GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR BULAN JUNI 2011, VI Bab + 40 halaman + 10 tabel + 6 lampiran, (pembimbing KTI : Hj.A.Asriany,SKM, M.Kes Dan Imelda Iskandar, SST, SKM)

            Pemeriksaan kehamilan adalah suatu kegiatan yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medis pada ibu hamil. Tujuan dilakukan pemeriksaan ibu hamil yaitu untuk mengetahui keadaan umum ibu maupun janinnya tanpa adanya komplikasi. Manfaat pemeriksaan ibu hamil diantaranya mengenali secara dini komplikasi dalam kehamilan. Kunjungan ibu hamil dapat dilakukan minimal 4 kali selama hamil
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memeriksakan diri  ke poli KIA pada bulan Juni 2011 sebanyak 57 orang dan sampel sebanyak 30 ibu hamil yang datang memeriksakan diri di poli KIA yang ditemui saat melakukan penelitian dan bersedia menjadi responden di RSUD Labuang Baji Makassar Juni 2011, dengan pengambilan sampel secara acchidental sampling.
            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian ANC, yang tahu sebanyak 22 orang (73,3%) sedangkan ibu hamil yang tidak tahu sebanyak 8 orang (26,7%). Pengetahuan ibu hamil tentang manfaat ANC, yang tahu sebanyak 19 orang (63,3%), serta 11 orang (36,7%) yang tidak tahu. Pengetahuan ibu hamil tentang kunjungan ANC, yang tahu sebanyak 24   orang (80,0%), sedangkan yang tidak tahu sebanyak 6 orang (20,0%) dan sikap ibu hamil dalam melaksanakan antenatal care sebanyak 24 orang (80,0%), ibu yang sangat setuju sebanyak 6 orang (20,0%)
            Diharapkan kepada tenaga kesehatan dan instansi terkait agar memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga dapat diidentifikasi berbagai kelainan dan komplikasi selama kehamilan.


Daftar Pustaka         : 15 buah (2002-2009)
Kata Kunci                : Pemeriksaan kehamilan, pengetahuan dan sikap ibu hamil
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
       Kehamilan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan janin yang dimulai dengan konsepsi sampai lahirnya janin yang mempengaruhi keadaan fisik, mental, dan sosial ibu, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 Minggu atau 9 bulan 7 hari). Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis yang menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Kehamilan sebagai suatu hal yang fisiologis akan dapat menjadi patologis jika terdapat kelainan-kelainan yang berhubungan dengan kehamilan yang dapat menyebabkan kematian.
       Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting untuk menilai tingkat kematian bayi yang sebagian besar adalah kematian neonatal yang berkaitan dengan status kesehatan ibu saat hamil (Afifah, 2007, diakses tanggal 29 Maret 2011).
       Kematian ibu di seluruh dunia menurut Word Health Organization (WHO) sebesar 500.000 jiwa per tahun (Depkes, 2008), dan menurut Maswita (2009), Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup dan merupakan tertinggi di Asia Tenggara.
       Sedikitnya 18.000 ibu meninggal setiap tahun di Indonesia karena kehamilan atau persalinan. Hal itu berarti setiap setengah jam seorang perempuan meninggal karena hal tersebut. Tingginya angka kematian ibu ini menempatkan Indonesia pada urutan teratas di ASEAN           (Siswono, 2005).
       Menurut Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2004-2005 angka kematian ibu sebanyak 309, lalu tahun 2006   angka itu menurun menjadi 264, lalu 255 pada tahun 2008, maka   Departemen Kesehatan pun memasang perencanaan menargetkan angka kematian ibu ditahun 2008 turun menjadi 244 per 100.000 kelahiran hidup, tahun 2009 menjadi 235 perkelahiran hidup, hingga akhir tahun 2009 diharapkan angka kematian ibu mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Meningkatnya angka kematian itu disebabkan beberapa faktor yang salah satunya terjadi akibat kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan saat kehamilan  (Astuti, 2007).
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2010 adalah 60344 ibu yang memeriksakan kehamilan. ibu yang melakukan pemeriksaan awal (K1) sebanyak 33.468 (55,46%) dan ibu yang melakukan pemeriksaan ulang sebanyak 26.876 (44,54%)  Sedangkan kunjungan Antenatal Care (ANC) di RSUD Labuang Baji yakni pada tahun 2010 tercatat 1268 ibu hamil, ibu yang melakukan pemeriksaan awal (K1)  sebanyak 743 (58,59%), responden,dan ibu yang melakukan pemeriksaan ulang sebanyak 525 (41,41%) responden.
       Angka Kematian Ibu (AKI) dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perdarahan, preeklampsia, dan infeksi. Selain itu, penyebab kematian ibu secara tidak langsung antara lain gangguan pada kehamilan seperti  kurang  energi protein (KEP),  kurang  energi  kronis (KEK), dan anemia (Salmah, 2006).
       Angka kematian dan komplikasi dalam kehamilan dapat dicegah atau ditangani dengan efektif tanpa menggunakan tekhnologi dan obat-obatan yang canggih dan mahal. Pengalaman telah menunjukkan bahwa kematian ibu dan neonatal dapat dikurangi apabila masyarakat diberikan informasi untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala yang dapat membahayakan (Widyastuti, 2003).
      Adanya informasi tentang tanda-tanda yang dapat membahayakan, maka sangat penting bagi setiap ibu hamil untuk melakukan Antenatal Care (ANC) atau memeriksaan kehamilan secara teratur, yang bermanfaat untuk memonitor kesehatan ibu hamil dan bayinya, sehingga bila terdapat permasalahan dapat diketahui secepatnya dan diatasi sedini mungkin (Surininah, 2007).
      Pemeriksaan kehamilan ini sebaiknya dimulai segera setelah diperkirakan terjadi kehamilan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dalam beberapa hari setelah terlambat menstruasi, dan setiap ibu hamil dianjurkan untuk mendapatkan atau memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kunjungan selama masa kehamilannya            (Saifuddin, 2002).
      Pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan dalam mencapai Indonesia sehat perlu dilakukan pengawasan demi kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin dalam kandungannya (Widyastuti, 2003).
       Pengawasan ini dapat dilakukan dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur, untuk menjamin mutu pelayanan antenatal perlu indicator untuk menyatakan kunjungan ibu hamil. Kunjungan ibu hamil tersebut dinyatakan memenuhi standar yaitu dengan cakupan K4. Cakupan K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan selama empat kali atau lebih sesuai jadwal kunjungan  yang telah ditetapkan.
       Hal inilah yang mendasari penelti untuk melakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan.
B.    Rumusan Masalah
       Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan di RSUD Labuang Baji Makassar Bulan Juni 2011.


C.    Tujuan Penelitian
1.  Tujuan Umum
       Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam melaksanakan pemeriksaan kehamilan di RSUD Labuang Baji Makassar Bulan Juni 2011.
2.  Tujuan Khusus
a.  Untuk memperoleh informasi tentang kunjungan ibu hamil.
b.  Untuk memperoleh informasi dan pengetahuan ibu tentang  pengertian ANC, manfaat ANC, dan waktu kunjungan dalam melaksanakan pemeriksaan kehamilan.
c.   Untuk memperoleh informasi tentang sikap ibu hamil dalam melaksanakan pemeriksaan kehamilan.
D.    Manfaat Penelitian
       Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada :
1.  Bagi masyarakat
       Khususnya ibu hamil sebagai bahan masukan untuk meningkatkan pemahaman-pemahaman dan sikap ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
2.  Bagi instansi penelitian
       Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu bahan masukan bagi petugas kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil yang datang ke RSUD Labuang Baji Makassar dalam memeriksakan kehamilannya.
3.  Bagi institusi pendidikan
       Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu acuan dan sebagai sumbangan ilmiah bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian serupa dan bermanfaat bagi pembaca.
4.  Bagi peneliti
       Merupakan pengalaman berharga dalam rangka menambah wawasan pengetahuan serta pengembangan diri, khususnya dalam bidang penelitian lapangan.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     Kesimpulan
       Berdasarkan penelitian tentang gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam melaksanakan antenatal care yang dilaksanakan selama bulan Juni 2011 dengan jumlah  sampel 30 orang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.   Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pengertian antenaral care ibu yang tahu sebanyak 22 orang (73,3%) dan ibu yang tidak tahu sebanyak 8 orang (26,7%).
2.   Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang manfaat antenatal care ibu yang tahu sebanyak 19 orang (63,3%) dan 11 orang (36,7%) yang tidak tahu.
3.   Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kunjungan antenatal care ibu yang tahu sebanyak 24 orang (80,0%), dan 6 orang (20,0%) yang tidak tahu.
4.   sikap ibu hamil dalam melaksanakan antenatal care ibu yang setuju tentang sikap ibu hamil dalam melaksanakan antenatal care sebanyak 6 orang (20,0%), ibu yang sangat setuju tentang sikap dalam melaksanakan antenatal care sebanyak 24 orang (80,0%)


B.    Saran
1.   Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat memberikan informasi  tentang kunjungan antenatal
2.   Diharapkan kepada bidan yang bertugas di bagian nifas  agar lebih meningkatkan kinerja serta perhatiannya dalam memberikan informasi tentang pentingnya kunjungan antenatal
3.   Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar menyusun perencanaan program penyuluhan khususnya mengenai kunjungan antenatal yang sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi.
4.   Diharapkan Karya Tulis Ilmiah ini dapat menjadi bahan bacaan dan salah satu sumber data referensi untuk meneliti variabel yang lain bagi mahasisiwa AKBID Makassar.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar